Thursday, December 30, 2021

Utk sohib fillah ku

Dear ukhtii.. Saat itu, disebuah lingkaran cinta yg memiliki orientasi sama yaitu cinta kepada-Nya yg maha kuasa, bertemulah kita sbg mentee mentee yg fakir ilmu dan butuh bimbingan agar bisa upgrade iman dan ilmu qt terkait syariat islam.. Kesan pertama bertemu dg mu, aq sudh menilai bisa kecerdasanmu, kepintaranmu, akhlak baikmu, hati tulusmu, ke imananmu... MasyaAllah.. Awalnya aq minder poll, dengan ilmu yg kumiliki, iman yg naik turun bak jalanan di pegunungan. Lantas, apakah aku bs jd temanmu? Lambat laun kita semakin akrab, sering curhat, berangkat dan pulang liqo bareng, nonton bareng, bersedih bareng, bahagia bareng juga pastinya. MasyaAllah.. Aq bersyukur sudh memilikimu sbg bestie ku. Meskipun kini jarak dan waktu jelas jelas memisahkan kebersamaan kita, tapi aku berharap hati kita tetap saling mengingat dan saling mendoakan. Pada saatnya tiba, aku membagikan kabar bahwa aku sudh terikat dengan sebuah mistaqan ghalidza yg memberikanku sebuah peran baru sbg wanita dan kehidupan baru tentunya..
Hubungan kami tak putus begitu saja. Qt saling melemparkan nasihat2 yg sangat qt butuhkan. 
Saat itulah harapan kita adalah semoga engkau bisa mendapatkan jodoh yg tepat dan terbaik. Dalam waktu, dengan orang, dan dengan cara yg tepat dan terbaik tentunya. I always wish the best for you..


Dan akhirnya kau membagikan sebuah kabar bahagia yg membuat hatiku bergejolak riang-haru. Undangan pernikahanmu. 
Dimana aku tau sedikit banyak ttg proses taaruf - nadzor- khitbah yg sangat menguji iman dan mental. 

Iukhtii, keraguanmu hilang sudah, istikhorohmu terjawab sudah.
Kini yg tersisa adalah kekhawatiran2 tak berguna yg syaithon kirimkan dalam benakmu, dan getaran2 jantung yang kian cepat kau  rasakan saat semakin mendekati hari dimana kau juga mendapatkan anugerah 'mistaqan ghalidza". Semangat selalu untuk melalui nya, q yakin kau pasti bisa.

Alhamdulillah. Tsumma alhamdulillah ya Rabb 🥲

Bahagia melihatmu bahagia..
Semoga harimu akan semakin berbahagia dengannya..

Tapi maafkan aku ukhti, karna aq tak mampu memenuhi undangan bahagiamu ini. Kotaku dan kotamu tidak bisa ditempuh dengan bunyi gas kendaraan dengan satu atau dua jam lamanya, atau dengan melempar salam dan saling "dadah-dadah".. aku hanya bisa menengadahkan kedua telapak tanganku dan meminta kepada Rabb kita, untuk kelancaran acaramu, kebahagiaanmu.


Salam dariku yang jauh, sob.. uhibbuki fillah.. nimen,more,manyii, selaluuu...