Tuesday, September 25, 2018

Semoga ujian jadi Berkah

Astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah..

beberapa hari terakhir bnyak hal yg menimpaku.
2 malam yang lalu, ban spedahku bocor pas hampir tengah malam, ku ganti ban liarku krna terlalu tipis, dan ku tertipu.. harganya 75k.. sebal.. ditengah malam ku sendiri mencari bengkel dan tertipu.. astaghfirullah, mungqn diriku kurang beramal..

kemarin malam, sepedahku jatuh di parkiran, dan spion kananku patah..

tadi pagi, ku terjatuh di kamar mandi, alhamdulillah cuma lebam biasa di pergelangan tangan dan lengan atas, tapi lututku berdarah, dn skrg begkak.

mungkin ini peringatan akan suatu hal yg q tak tau, atau ujian sabar, atau Allah sayang padaku, tak ingin ku jauh dari Nya..
MasyaAllah.... manusia penuh dosa ini sangat dirindukan Allah.. 😭

rasa bersalah akan segala dosa yg kulakukan.. 
 ku harus istiqomah terus di jalan Allah..

ya Allah.. jauhkan rasa ragu ku..
jauhkan rasa malas ku
jauhkan rasa amarahku..

agar ku tetap berada di jalan Mu..
aamiin...


Saturday, September 8, 2018

Ners Polkesma

Assalamualaykum Warohmatullah

hai readers (meskipun g ada yg baca. wkwk)
Tak terasa bentar lagi aq wisuda dari D4 Kepma, tapi perjuangan di jenjang kuliah masih berlanjut, krna aq lanjut lagi kuliah Profesi Ners, di Pokesma.

hari ini adalah akhir minggu ke 3 dari hari pertama masuk kuliah,.
sebelum praktik klinik, kami (41 Mahasiswa) di wajibkan untuk mengikuti kuliah matrikulasi untuk melengkapi SKS yg belum tercapai d D4.
SKS yg harus dipenuhi berjumlah 22 SKS yg tertuang dalam 13 Mata kuliah. Yang ekstrim adalah, semua SKS ini ditempuh dalam waktu 4 minggu. jadi, tersisa 1 minggu lagi untuk menyelesaikan matrikulasi.
Subhanallah, Alhamdulillah..
diri ini di beri kesempatan untuk merasakan kelelahan yg luar biaasaaa..
jadi selama 3 minggu ini, kami berangkat pagi pulang sore untuk kuliah di kampus (full kuliah, tak ada jam kosong), dan pulangnya di kos lanjut nugas sampai tengah malam.
Bayangkan, ini semua terjadi selama 3 minggu berturut turut. lanjut lagi 1 minggu kedepan.

Bismillah semoga kuat,.semoga sehat..

saat2 seperti inilah diriku butuh sandaran untuk mengeluh, butuh seseorang yg super sabar menghadapi kelluhanku, dan memberi solusi. plus memberikan semangat.
I absolutely need that.

namun saat tak ada yg bisa ku eluhkan krn tak ada org yg mau mendengarkan, aku sedih.
aq tau kalo dlm hal ini aq egois. banget. tapii.. untuk sekaliii saja aq ingin di mengerti dan diperhatikan.
sedih. saat keluhanku dianggap sesuatu yang tak masuk akal.

pingin nangisssssssss :( , tapi gak bisa keluar air mata.

sedih Ya Allah..

tapi kenapa disaat2 seperti ini aq baper, lebih sensitif dr sebelumnya, lebih gampang ngambek.
YaAllah..

jadi akhirnya aq curhat disini deh. di blog kesayanganku..
meskipun pada akhirnya tak ada solusi, dan tak ada yg memberikan semangat, aq lega....

Alhamdulillah aq lega..

trimakasih my blog.

sudah dulu yaaa..
byee
wassalamualaykum warohmatullah..

Sunday, September 2, 2018

How my brain is work..

kecuali saat tidur
kecuali saat nugas

kecuali waktu2 itu
otakku selalu mencerna banyak kejadian
seperti sebuah pathway yg sering kutulis di LP ku
hanya saja, pathway dalam otakku puanjang sekali, kadang tak berujung
dan itu berlangsung tiap aq gak ngapa2in

dan saat kutemukan kesimpulan, hatiku seringkali menentang kesimpulan itu
ku sedih
karna hatiku menentangnya, muncul pathway2 lain yg lebih panjang
sampai ku temukan sebuah kesimlulan yg pas dalam hatiku
tapi menemukan kesimpulan itu tak mudah
harus dengan fakta dan dasar teori yg kuat
macam bikin skripsi aja.
ku sedih

mengapa demikian?
aq menyimpulkan, ini semua terjadi karena tak ada telinga yg bisa mendengarkan mulutku berbicara ttg isi otakku.
aku butuh
sepasang telinga saja, tak ush banyak2, untuk mendengarkan semua kalimat dengan nada yg berbeda2 dari mulutku
aku juga butuh
hati yg sabar mendengarkan semua isi pikirku yg mbulet2 ini

mungkin jika ada, badanku tak sekurus ini, karena hasil metabolisme tubuhku lari ke otak semua, tak ada sisa untuk otot di tubuhku.
mungkin jika ada, aku bisa mengeluarkan air mata dan nangis sesenggukan didepan nya, sehingga semua isi otakku yg jadi beban dalam hati bisa tertuang lepas lewat air mata.

sejauh ini, selama ini, tangisanku hanya sebagai sarat, tanpa suara, kaarena ku bungkam mulutku saat nangis, tak mau ada org yg bertanya mengapa sedih..
karena kebanyakan mereka hanyaa bertanya, lalu hilang..

tapi tak apa.. .
ku sudah terbiasa..

tapi jika ada seseorang teman seperti itu, mungkin aq akn sangat bahagia
melebihi bahagiaku saat aq menyelesaikan skripsiku dalam sidang hasil..

tapi.. fajrin.. apa kau lupa?
kau sudah memutuskan dn memantapkan hati utk tidak terlalu dekat dengan org lain,.
tidak menggantungkan semua pada org lain..
karena kau pernah sakit hati karena seorg teman yg kau sangat percaya..
bukan sekali, tapi berkali2..
karena saat kau sakit hati, kerja otakmunberkali2 lebih berat dari biasanya..
dan muqn tiap belahan otak memiliki pathway2 yg rumit yg tak ada henti .
yg akan jadi beban berat..

tak apaa...
ini resiko fajrin.
resiko dari keputusanmu fajrin..
tak apa..

kau sudah beerusaha keras menahan semua tangis itu..

dan kau tak sendiri..

jurus utama saat beban penuh..
Alaa bi dzikrillahi tathma'innul Quluub (QS. Ar-Ra'd: 27)


semua kalimat diatas adalah bagaimana cara otakku berfikir.
dialog antra haati dn pikiran yg kadang, bahkan sering berlawanan.


tak apaa...
Allah di sisiku..
Allah senantiasa mem-pukpuk pundakku, merontokkan beban2 yg rajin nangkring di bahuku, macam ketombe saja...
Allah.. Allah.. Allahu Akbar..

Friday, July 27, 2018

Dilema seorang dewasa awal

Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh

shohibii yg dimuliakan Allah, kali ini sperti biasa aq ingin mencurahkan segala isi hati...

Jika dalam perhitungan matematika, 
->tahun ini usiaku 22th
->tahun depan usiaku 23th, sedangkan aq mau lanjut kuliah profesi Ners 1th, Usia ini, saat aq lulus kuliah dn ingun lanjit kerja
->sedangkan saat2 bekerja, aq tak tahu apakah bisa bertemu dengan mu (yg belum ku ketahui siapa) atau tidak.
->target nikah, sebelum usia 24 th. yg berarti itu 2th lagi. Ya Allah.. cepat sekali waktu berlalu

Dulu, ketika masih ada bapak, bapak selalu mewanti2 ku untuk mempersiapkn tahun depan. saat seperti aq masih kelas 2 SMA, bapak mengajakku diskusi utk lanjut kuliah dimana, reni ingin di bidang apa, dan bapak memberikanku tawaran2 utk kuliah di berbagai bidang. tapi pada akhirnya pilihanku tetap disini, Keperawatan. itu sebabnya pilihanku sangat mantap, karena dibantu diskusi dg bapak. bahkan saat aq mulai kuliahpun, bapak selalu menjadi teman diskusi ku.

Sekarang, tak ada yg mengajakku diskusi, memberiku semangat lebih dulu,. jadi aq harus menjemput semangat itu dari org2 terdekatku. bertanya terlebih dahulu, baru mulai diskusi.
tapi aku tetap yakin dan bersyukir atas doa2 ibuku <3. 

Jadi setelah kepergian bapak, Aq mulai harus bisa beradaptasi dg perbedaan peran ini, ndak boleh manja, harus mandiri, dan Alhamdulillah bisa berpikir lebih matang, merencanakan masa depan -sendiri-, tanpa diskusi hangat dengan bapak, meskipun ada ibuk dn mbak yg siap menerima keluhanku, aq tetap rindu diskusi dg bapak, menerima jawaban rasional dr bapak dengan diseling guyonan. RINDU :')

Hanya saja, saat-saat inilah aku butuh sosok bapak, dimana usiaku sudh masuk usia dewasa awal, dn mau ndak mau harus berpikir lebih jauh ttg jodoh, keuangan, dn masa depan lainnya, terlebih lagi tabungan amal untuk di akhirat nanti. lagi2 aq meras memikirkan semua ini -sendiri- .

okelah, aq ndak bisa terus berandai2, -jika bapak masih disini, pasti aq ndak akn segalau ini-,-jika ini, jika itu... pasti ginii,- dan leebiiih banyak "jika" lagii...
So, aq harus memikirkan. 
->Profesi udh di depan mata, jd ndak ush terlalu dipikirkn
->kerjaaa, selesai in profesi dulu, insyaAllah kerja ngikut rejeki..
->Jodoh, sebenernya di dalam hati, aq santai, dan yakiin pasti ada, karena Allah sudh menyiapkn yg terbaik, dn sudah ku ushkn di sepertiga malam. sedangkan dalam pikiran, aq masih takut, dengan diriku yg seperti ini, apakh iya aq bisa dpt jodoh yg lebih baik dr driku? aq takuut, krn keluarga juga sedang berlomba2 mencarikanku, sedangkn aku sungguh tak ingin ia tak sesuai dg keinginanku-soleh, dn tak hanya memikirkn dunia-. 

saat ini aq ingiiin sekali mengenal lebih jauh sosok pemuda yg aq idamkan. tp aq takut perkenalan itu mengarah ke maksiat. dan akupun masih belm tahu, siapa sosok yg q idamkan.. sedih..
karena jujur sejujur jujurnya, hatiku masih belum bisa menerima rasa yg berlebih dri laki2, dn aq bersyukur hal itu terjadi, sehingga aq bisa menghindari zinah (mata, hati, pikiran, dll).

Sejujurnya lagi, Ya Allah.. aq ingin sekali bertemu dg jodohku, shg aq tau apa dn bagaimana dia akn membimbingku, menerimaku naanti..

sudah.. itu saja utk saat ini.

karena sudah lumayang lega mengungkapkan semua ini, i say Thanks to my Blog..

Wassalamualaykum warohmatullah.. :)

Tuesday, April 10, 2018

The poetry

Bagai rindukan bintang
Nun jauh diatas awan
Silau pancaran slalu benderang
Ingin digenggam namun enggan
Kaulah bagai bintang
Tau rasa tak tau rupa
Namun harapan tak pernah usang
Kuselip slalu seiring doa
Assalamu'alaykum Shohibii Fillah
Secarik puisi diatas mengawali tulisanku hari ini.
Tapi aku tak tau apa judul puisi diatas. Asal nulis aja, sesuai imajinasi. Haha
Curcol kali ini gak jauh beda dg tema puisi diatas.
Tapi mm.. kutuliskan dulu dah maksud dr puisinya.
Jadi, yg dimaksud bintang diatas adalah seseorang yg ku tak tahu siapa dia, tapi aku tau dn yakin dia jodohku. Laaaa... Bingung kn??
Pokok Intinya puisi ku itu ya itu. Hehe
Mm.. maksud dri inti dari puisi ku apa sih?
Maklum lah.. usia2 segini (22th), usia dimana udh bnyak org2 yg mikir ttg nikah, dan bahkan kepingin nikah. Itu aku. Hihi
Saat2 sperti ini aq merasakan suatu kerinduan. Kangeeen bgt. Kangen. Pingin cpet ketemu jodoh. Biar gak maksiat kesana kemari. Gak jelalatan nih mata. Kelihatan cogan dikit, eh.... Gak kedip deh. (Soalnya kalo pandangan pertama kan gak dosa, jadi jangan sampe kedip, ntar jadi pandangan ke dua, dosa deh).. astaghfirullahal'aziim..
Balik lagiii..
Kok disamain sama bintang sih???
Gini ginii..
Antum pernah ngelihat bintang kn? Pernah laah.. kalo belum, ntar malem pantengiiiin aje tuh bintang satu2.
Bintang tuh kalo dilihat cuma nampak titik sinar aja. Dg ngelihat aja aku dah tahu kalo itu bintang, tapi kite nggak tahu apa bentuk sebenarnya dari bintang itu. Yaaa... Bener sih, tau dari buku2 atau teori gitu, tapi kan nggak pernah lihat langsung dg mata telanjang.
Nah, aq mengandaikan bintang itu jodoh ku. Jodoh itu, kalo masih masa2 gini ini, cuma kelihatan titik gitu aja. Tapi kita nggak tahu siapa sebenernya jodoh kita. Yg tau hanya Allah SWT dn malaikat2Nya.
Pripun derek? Ampun ngertos sedoyo?
Jadi gituuu..
Hihi. Maapin yah , afwan jiddan, kalo tulisanku kali ini nggak berbobot (perasaan gak pernah brbobot, deh. Wkwk), bertujuan buat menghibur (diri) aja..
Yaah.. aku mah cuma bisa pasrah, berdoa, berusaha dg memperbaiki diri. Biar ktemu jodoh disaat yg tepat.
Okedah.
Cukup sekian coretan kali ini..
Terimakasih sudah membaca..
Wassalamualaykum warohmatullah.. 