Monday, December 11, 2017

Who r U ?

Bismillah..

Who are you?
Kamu siiapa?
Panjenengan sinten?

Calon pangeran penuntun surga ku..
Calon pemimpin dunia akhirat ku..
Calon pendamping sehidup sesurga ku..

Aku merindukanmu..

Segeralah datang menjemputku..
Segeralah datang kerumahku menanyakan kesediaanku..
Segeralah jabat tangan waliku dan ucapkan akad..

Tapi, siapapun dirimu, aku sudah mulai belajar mencintaimu..
Meskipun belum kutahu namamu, aku sudah mencari ilmu untuk mendampingimu..
Meskipun belum kutahu parasmu, sudah kudoakan dirimu agar berhasil berjuang untuk menjemputku..

Tahukah kamu, bagaimana caraku mencintaimu, sedangkan aku belum tau siapa dirimu??
Cinta ini kusalurkan lewat doa..
Cinta ini ku serahkn kepada Allah..
Dan aku yakin, Allah lah yg menyakurkan cinta ini padamu..
Apakah kau sudah merasakan cinta ini, wahai calon imamku?

Tahukah kamu?
Jantung ini selalu berdetak kencang saat ku menyebutmu dalam doa..
Mata ini nyaris mengalirkn butiran air mata saat ku sampaikan rindu ini pada Allah..

Dan aku akan terus bersabar..
Sampai kau datang menjemputku,..

Tuesday, October 31, 2017

Aboout me

Emmm..
Hari inii.. aku ingin mengupas tipis tipis semua tentang diriku..

Fajrian dwi anggraeni
Kalo keluarga manggilnya reni
Kalo tmen2 sekolah/kuliah manggilnya fajrin

Ren.. reni..
Sebuah nama yg jika aku mendengarnya, hati ini merasakan sebuah kehangatan, dan sebuah kasih sayang yg sulit ku jelaskan dengan kata2. Saat ini aku hanya rindu dipanggil reni. Mungkin karena jaraang pulang yaa.. wkwk

Jrin.. fajrin..
Panggilan teman2ku, yg menurutku asik dan unik, karena pengucapannya membutuhkan sedikit tenaga dorongan dari lidah. Daan.. jarang aku menemukan orang dengan nma seperti ini, alias ndak pasaran. Juga, aku suka artinya, dari bahasa arab Al-Fajr yg berarti pagi hari. Dengan harapan dalam keadaan apapun aku, aku bisa tetap segar daan semangat seperti saat pgi hari datang.

Bicara ttg sifat..
Aku mengakui..

Aku sombong. Sering banget hati ini ingin agar aku selalu dilihaat org, apalaagi kalau punya hal2 baru. Entah barang, cerita, bahkan cara berpikir dan isi haati pun aku ingin org2 tau.. aku ingin dilihat org saat q melakukan hal2 baaik. Astaghfirullah..

Sebenernya jugak, dalam diam ku ini, q juga caper loh. Cari perhatian gitu. Dan ingin menjadi perhatian disetiap kejadian bgi org2 sekitar..
Karenaa aq berkumpul dg org lain yg sepemikiran, dan menganggapku asik.

Aq kurang suka jika org memandang aq jelek. Tapiii.. what ever lah..

Terus....

Aku juga sering ndak suka sama org2 yg beda pemikiran dg ku. Apalagi ketika org2 itu memalsakan pemikirannya, seolah2 pemikiranku salah mutlak gitu. Gak suka banget. Yaaa.. ini salahku juga se,. Gak bisa menyangkal dan gak bisa ngomong..

Aku ndak suka sama org2 yg guyonnya itu berlebihan dan menyakitkn hati, dan terus terusan sampai2 jadi fiitnah jika org lain melihat kami..

Dan yang paling aku gak suka yaitu pada diriku semdiri yanh ndak bisa bilang didepan mereka kalau aku ndak suka digituin, sakit hati..
Inilaaaahh aku..

Aku pernah bertemu dan akrab dengan beberapa pasien sekaligus teman, yang mengatakan secara gamblang kalau aku ini aneh dan unik. Sempat aku berfikir, sikapku yg seperti iini apa merugikan bagi org lain??

Aku org yg ceroboh. BANGET.
Entah mengapa, suueerring buanget aq melakukan kesalahan2 yg merugikan diriku dn rg lain. Bahkan setelah au bertekad untuk hati2, tetap saja ada hal yg membuatku merasa bersalah..

Aku pelupa. Pelupa Kronis, naruh barang sekarepan! Eh, pas butuh barangx, nyari kemana2 gak kteemu. Dasar!!

Mmmm....

Dibalik jilbab lebarku, aq seorg manusia yg pasti punya kesalahan
Aq seorang manusia yg butuh komunikasi asik di kesehariankku..
Aq juga seorang manusia yg memiikki hobi yg suit utk q lepaskn..

Mungkin ini dulu, sedikit kupasaan tth diriku..

Tuesday, October 24, 2017

Rindu yang belum pernah aku rasakan

Mungkin..
Untuk beberapa detik saja..
Aku ingin tau..
Ingin melihat..
Siapa jodohku..
Meskipun tak selamanya aku akan bersamanya di dunia..
Aku hanya ingin tau lebih awal..
Mungkin..
Agar aq bisa lebih menata hati..
Membatasi rasa ini..
Membatasi kepada org lain..
Dan mungkin..
Agar aku bisa lebih menata diri..
Dan ..
Lebih dekat kepada Nya..
Aku hanya ingin tau..
Yang aku tau..
Aku ingin segera dipertemukan..
Dengan yg akan jadi pangeranku.
Tentu saja dengan restu Nya..
Yg menjadi pilihanNya, untuk aku seorang..
Yang aku tau..
Diusiaku ini..
Aku membutuhkan seseorang yg bisa membimbingku..
Untuk lebih dekat denganNya..
Bukan hanya sekedar membimbing..
Tapi juga mendampingiku..
Disetiap waktuku..
Jujur..
Diusiaku ini..
Hatiku semakin sulit terkontrol..
Pikiranku semakin sulit berpikir jernih..
Ucapan dan perilaku ku semakin liar..
Jika bicara ttg.. J O D O H..
Mungkin hati ini mulai rindu..
Rindu kepada seseorg yg belum pernah kutau..
Siapa dia..
Dimana dia..
Bagaimana dia..
Dan..
Aku bertanya tanya..
Dia yg tak kutahu namanya..
Apakah dia juga rindu..
Kepadaku yg tidak dia tau namaku..
Aku juga rindu..
Mencintai seseorang..
Menyayangi seseorang..
Mengkhawatirkan seseorang..
Menatap seseorang..
Dengan sepenuh hati..
Dan dengan limpahan rahmat Ilahi..
Aku merindukan semua itu..
Rindu yg belum pernah kurasakan sebelumnya..
Aku tau..
Banyak kurangku dari sisi manapun..
Banyak salahku dari segi apapun..
Banyak hal yg harus ku pelajari..
Tapi, apakah salah jika hati yg lemah ini mulai memendam rindu? Rindu yg bukan main? Rindu yg sangat mendalam?
Ya benar..
Rindu yg belum pernah kurasakan..
Mungkin..
Yg aku takutkan..
Diusiaku ini..
Usia yg semakin hari semakin bertambah..
Semakin bertambahnya usia ini juga..
Pasti semakin dekat dengan kematian..
Ya benar..
Kematian..
Aku takut..
Waktu yg kupunya sudah tidak lama lagi..
Dn aku takut..
Aku tidak bisa merasakan..
Melimpahnya pahala dalam rumah tangga..
Indahnya persahabatan abadi suami istri..
Bahagianya bersama dalam naungan Nya..
Hanya dalam doa..
Yg bisa ku selipkan..
Hanya dalam sujudku..
Aku bisa berharap..


Hai kau yang disana..
Hai kau yg belum ku tau namamu..
Hai kau, yg namamu telah tertulis di Lauhful madhfuz..
Doakan aku..
Agar aku bisa mengenalimu, dalam istikhorohku..
Sebagai pangeran yg dikirikan Allah,..
Untuk menjadi imamku..


Ya Allah aku ingin..
Menikah..
Diusia muda ku..
Dengan..
Lelaki terbaik..
PilihanMu..

Thursday, October 12, 2017

Jadikan aku A N G I N

Angin..

Iya .. angin..

Apa yg muncul dlm pikiranmu ketika aq menyebutkan angin?

Menyejukkan?
Atau membawa partikel?
Datang sesaat lalu pergi?
Tak dihiraukan?

Hmm..

Benar.. itu angin..

Aku hanya ingin menjadi angin dalam hidupmu
Sama seperti aku yg sudah berhasil menjadikanmu angin dlm hidupku

Anggaplah aku angin
aku pasti datang dn pergi tanpa permisi, karena aku angin..

Bayangkanlah aku angin
Jangan kau hiraukan kehadiranku didekatmu, karena tak perlu kau mengingat angin..

Katakanlah aku adalah angin..
Datang membawa kesejukan, pergi tanpa arah dan tujuan. Seperti itulah angin..

Andaikan saja aku angin..
Aku takkan mengusik hidupmu. Hanya singgah sesaat untuk menebar kebaikan, dan aku akan pergi. Simpel kan??

Kau harus menjadikanku angin dalam hidupmu..
Kau harus menghiraukan aku ..
Kau harus tidak mengingtku..
Kau hanya perlu merasakan kehadiranku sesaat, kemudian lupakan..

Karena kau sudah menjadi angin dalam hidupku..
Ada dan tiada dirimu, sama saja dalam hidupku..
Singgah maupun tak singgah, semua sama..
Aku hanya bisa merasakan kehadiiranmu sejenak, dan melupakanmu..

Karena aku angin, berhentilah berada disekitarku, karena mungkin aku akan menyakitimu, dan membuatmu masuk angin.
Karena aku angin, maka jangan kau coba mencariku, karena kemanapun kau mencari aku tak akan ada disekitarmu..
Karena aku angin, berhentilah menatapku dari jauh, karena mungkin semakin kau menatap, semakin kau kehilangan jejakku..
Karena aku angin, aku mungkin bisa membangunkanmu dari mimpi buruk yg berasal dari pikiranmu sendiri..
Dan karena aku angin, aku bisa lebih jauh darimu, sejauh dari yg kau duga..

                                                                                      ~refa~

Aku jahat? Tak berperasaan?

Lebih jahat mana, ketika aku mulai membuka pikiran terhadapmu, dan kemudian kau makin memantapkan perasaanmu, tapi aq tidak bisa menerima sikapmu??

Lebih baik seperti ini..

Kau adalah A N G I N dalam hari2ku..
Aku juga harus menjadi A N G I N dalam hidupmu..

Tuesday, October 3, 2017

Marahku

Assalamualaykum..
Hallo my blog, apa kabarmu? Sudah lumayan lama aku tak menyentuhmu. Semoga gak ada sarang laba2 di sudut2 postinganku yg lalu.. wkwk

Gak ada org yg mau disakiti, sakit itu hanya sebuah lonjatan perasaan yg berbeda dari biasanya, dan membuat jantung berdebar kencang, lalu meningkaktkan hormon adrenlin untuk mengeluarkan amarah. Jadi membiasakan agar dapat menenangkan hati adalah salah satu terampuh untuk manghadapi lonjatan perasaan itu, agar hormon adrenalin tidak terproduksi.

Gak ada juga org yg berniat menyakiti, sikap itu muncul hanya spontan murni dari kebiasaan kita. Kebiasaan itu sulit diubah. Apalagi yang udah membudaya di lingkungan, beuh..
Baru ini aku mendiamkan beberapa temanku.
Inginku, dibuat pelajaran biar ndak mengulangi lagi hal buruk yg sebelumnya terjadi. Bukan hanya kepadaku, tapi kepada org lain. Karena hal buruk sebelumnya yg terjadi itu sangat menyesakkan hati dan memakan hari2 yg berharga untuk memikirkan hal itu. Sedih..
Sebenarnya aku juga tak enak hati untuk mendiamkan mereka. Tapii.. menurutku ini slah satu cara yg ampuh agar meereka kaaapoook..
Aku memang merasa..
Akhir2 ini hatiku sedikit lebih keras. Lebih mudah mangkel, lebih mudah marah, dan gak ada sungkan2nya untuk membela diri dengan kata2 pedas.
Beda dg sebelum2 nya.
Astaghfirullah..
Namun jujur, ada perasaan lega karena aku bisa membela diri tanpa ragu. Dan ada perasaan lega ketika aku bisa menunjukkan rasa marahku kpd org lain.
Karena aku sudah lelah, dipandang remeh, jika pendapatku tidak diterima, atau sifatku yg tidak bisa mereka terima..
Sedih..
Aku akan mempertimbangkan aku bisa kembali seperti semula, mungkin jika, diaP mengucapkan kata MAAF karena kesalahannya, dan diaL berhenti sok2 baper dan nyindir2 geje yg ditujukan kepadaku.
Menurutku, kata maaf dri diaP sangat sulit ia ucapkan, dengan gengsi dia yg besar, dan pamor dia yg menurut dia tinggi. Iuch. Mungkin aku sudah sakit hati berat, dan tidak mau dibodohi untuk kedua kalinya.
DiaL sangat menyebalkan. Aneh. Iuch. Jika memang aku nggak suka ya jangan dipaksa dengan sindiran2mu ituu. Gilo. Astaghfirullah..
Sudah untuk malam ini..
Thanks
Bye..
Wassalamualaykum...

Thursday, September 21, 2017

Please stop until Here!!

Ya Allah..
Astaghfirullah..
Astaghfirullah..

Bukan..
Bukannya aq merasa lebih baik..
Tapi aq yakin Allah telah memberikan yg terbaik..

Aku juga sebenarnya bingung.
Apakah ini gengsi, atau hanya sekedar sok jual mahal..
Tapi meskipun disisi lain aku berfikir semuanya bisa diusahakan bersama, masih ada yg mengganjal dalam hati.
Tetap kembali kepada Allah..
Aq menunggu yang terbaik, yg Allah berikan kpdq..

Astaghfirullah..
Astaghfirullah..

Jikapun qmaq berkata jujur, ttg apa yg aq rasakan, tidak ada gunanya. Tidak memunculkan ketentraman hati, dan mungkin malah meningkatkan gejolak hati untuk menggali lebih dalam. Yg nantinya akan berbuah pada maksiat..

Astaghfirullah..

Ya Allah..
Mohon bantu hambaa.. jagalah hati hamba..
Jagalah hati hamba..
Jagalah hati hamba..
Ya Rabbii..

Wednesday, September 20, 2017

Cambuk ?

Beberapa hari ini..

Banyak cambuk yg menghantamku..
Nuraniku terjanggal...
Pikiranku sesak, penuh..
Jiwaku seperti teroyak..

Mungkin ini adalah peringatan..
Teguran dari Allah, bahwa aq harus turun tangan, dan tak tinggal diam..
Turun tangan menyelesaikan masalah sendiri, memikirkan solusi..

Bagaimana ini..
Apa yg harus kulakukan..

Aku harus berubah..
Pikiranku harus meluas..
Haatiku harus tetap teguh..

Ya Allah.. bantu hamba...

Friday, September 15, 2017

Just sharing

Setelah mengkonfirmasi bahwa nih blog bner2 gak ada yg baca (Alhamdulillah), jadi biarkan saja kata demi kata tertulis memenuhi blog ku ini..

Semua kalimat2 yg mengandung "ciyeeee.... Mbek iku yeee.. , ciyeeee... Buklur mbek X... Ciyeeeeee" pokoknya salah satunya gitu ya, kalimat2 yg terlempar dari mulut manis kawan2ku, membuatku bingung, pingin ketawa tapi malu, pingin marah tapi.. ya udahlah.., pingin nangis didepan mereka tapi.. hemmm, pingin menjelaskan semuanya tapii susah ngomongnya.

Aq gak mau sebenernya mikirin hal2 konyol kayak gitu, tapiiii... Ini bener2 terjadi, aq tak bisa untuk tidak memikirkan hal2 konyol itu..

Bahasa jawanya, juaaannn pueeeggeel tenaaaann. Org dia yg mengalaminya, kok aq jadii ikut2an. Org dia yg berharap, la kok aq jadi korban. Org dia yg memendam perasaan, lakok aku jadi buruan.. swedih bener.

Gara2 itu.. belajar makin susah.. konsentrasi susaah... Maunya gak males jadi susaaahh,.. bahkan sampe pingin kentut aja jadi susaahhh..

Gara2 itu, aq mulai gak minat berkomunikasi dg nya, padahal ga ada apa2. Aq jadi illfeel. Pingin jauuuhhhh dan gak bertemu. Huh pokoknyaaa pingin gak ngelihat mukanya!!!!

Emang mereka pikir aq bersikap kayak gitu karena aq suka juga??
Plissss... Absolut "Gak". Itu jawabannya.
Aq seperti ini gara2 mereka. Andaikan mereka tidak meng 'gojloki' aku dg dia, mungkin hubunganku baik2 saja, aku g akn nyuekin dia. Seperti teman biasa, guyon sewajarnya, ngobrol seadanya, berkomunikasi semaunya..

Jadi jgn salah kan aku..
Aku hanya menuruti apa yg hatiku inginkan.
Ya kalo hatiku sregnya bersikap seperti itu ya udah, aku lakuin. Ini yg terbaik menurutku.
Aq bisa menjaga hati dn pikiranku buat jauh2 dari kata sebel, dn dia mungkin juga bisa mengurangi perasaannya padaku..

Sudah. Gitu aja buat malem ini.

Good night all...

Friday, September 8, 2017

About nangis

Assalamualaykum..

Baruuu aja nih lihat drakor buat refreshing daro tuhas2, teus denger sebuah kalimat yg manteb banget. "Kalo org pingin nangis, tapi dia sok cool nahan tangisnya, itu nggak keren. Keluarin aja tangisnya". Ini mah ceritanya seorg sdg menghibur sahabatnya yg kesulitan. Akbirnya si sahabat nangis dah di pundak sahabatnya.. begitu lah..

Lihatx itu sweet bangeeet...
Karena sampai sejauh ini, kagak adee org yg nawarin pundak buat aku menangis.. wkwk.
Jadi baper dah..

Yaaahh meskipun nggak ada pundak manusia yg mau aku sandarin buat nangis, tapi ada Allah yg tanpa ku ketahui memelukku erat saat aku menangis sendiri.
Meskipun nggak terasa pelukannya, tapi kalo menangis di hadapan Allah itu solusinya muncull tiba2, ajaib bener..

MasyaAllah..

Thursday, September 7, 2017

Just smile

Big Thanks to my Lord, Allah..

Saat hati benar2 hampa dan diri ini tak tahu apa yang akan kulakukan..
Saat hati ini merasa futur banget dan ingin menangis tanpa sebab..
Saat otak berputar2 tak karuan, berpikir kesana kemari tanpa arah..
Saat Tubuh ini merespon dg lemah tak berdaya..

Allah datang menenangkanku dg datangnya mereka dlm hari2ku...
Allah datang memberiku jawaban dari kegalauanku dalam doaku..
Allah Always beside me..

Ternyata hanya butuh senyum untuk memperbaiki semua sakit ini..
Just smile and positive thinking..

Big thanks to Allah..
Alhamdulillah
Wa syukurillah
Wa nikmatillah..

Allahu Akbar..

Friday, August 25, 2017

Go away

Taukah kau dan kalian..

Bertahun tahun aku menata diri, menata hati, meluruskan niat untuk Hijrah.
Berjalan dengan tertatih tatih menghindari semua batas2 itu.

Tak akan bisa kau runtuhkan hanya dengan keedipan mata, atau kalimat dari mulut mu dan kalian.

Jujur.
Aku tersinggung dg sikap itu dan kalian.

Jika tak ada hal yg menjadi jaminan, berhentilah.
Jika tak ada tanggung jawab jika hatiku mulai goyah, menjauhlah!

Ini hijrah bukan main2.
Aq telah meninggalkn banyak hal untuk hijrahku.
Jadi jangan ganggu aku.

Astaghfurillah..
Astaghfirullah..
Astaghfirullah..

Wednesday, August 16, 2017

It too dificult

Bukan berarti aku suka
Bukan berarti juga aku tidak suka

Aku hanya ingin menghindar dari peradaan sakit hati
Dan mengurangi jumlah korban sakit hati

Kenapa sulit sekali memahami?😭
Kenapa kau tak bisa memahami?

Dalam keadaan seperti ini aku bingung..
Aq bingung harus memilih ekspresi bagaimana yg harus ku keluarkan agar tak ada kesalahpahaman, agar tak ada sakit hati..

Aku takut..
Suatu hari aku terbawa oleh perasaan itu, dan aku tak bisa mempertahankannya..
Aku tak bisa mempertahankannya karena sebuah proses dan seleksi alam..
Jika itu semua terjadi, semua tak akan selesai hanya dg kita say good bye.
Tapi sakit itu akan bertahan, hingga kita benar2 ikhlas melepaskan..

Namun sebelum semua itu terjadi, aku ingiiiinn sekali.. keinginan yg sangat ingin ku lakukan..
Mengatakan apa yg ada dalam pikiranku..
Tak boleh ada rasa suka diantara kita.
Bukan hanya kita, jika ada org lain pun, aku akn mengatakn hal yg sama.

Lidah ini terlalu berbelit utk mengungkapkn semua itu.
Hati ini terlalu tak tega untuk menyaksikan sebuah kekecewaan.
Pikiran ini terlalu keras merumuskan kalimat2 yg ingin ku ucapkn.

Sekali lagi..
Aku ingin semua org memahami..
Memaknai semua yg terjadi atr aku dn dia, maksudnya antara perasaannya padaku atau sebaliknya, hanyalah sebuah proses menjadi dewasa. Bukan berarti semua itu harus diwujudkan..

Semua kan berlalu.
Dan aku akan terus menanggapinya seperti kepada teman yg lain, krn kita TEMAN.

Mungkin suatu hari nanti aq akan mengungkapkn seluruh pikiranku.
Semoga tidak terlambat..

Aku memahamimu..
Tolong.. tolonglah pahami aku.. 😟

Monday, July 31, 2017

Saran --> JANGAN DIBACA

Entah itu sebagai isyarat
Entah itu sebagai pelampiasan
Entah itu sebagai cara tersendiri
Atau hanya sebagai gurauan..

Apapun itu, aku hanya tak ingin terpancing dengan gejolak dunia, bagaimanapun bentuknya.
Biarpun ia berbentuk kenikmatan, cinta, tawa, sedih, maupun gejolak yg nampaknya tak berbentuk apapun, aku BENAR BENAR ingin menghindarinya..

Tiap orang memiliki cara berbeda..

Mungkin itulah cara jitu tersendiri bagi org lain.
Dan aku tau cara itu berbeda 180° dg caraku, hanya perlu dibiarkan saja.

Jikapun suatu hari cara itu terasa menusuk hati, "hey pliss.. bukankah bukan sekali kau mengalaminya?", Itulah kata hatiku.
Tapi, sadar atau tidak disadari, aku mudah terpancing. Terpancing oleh gejolak dunia yg berpengaruh pada hati. Hatiku juga bergejolak.
Itulah cara Allah SWT mencintaiku dg menguji imanku, membolak balikkan hatiku..

يا مقلبل قلوب، ثبت قلبي اعلا دنيك
(mohon dibenarkan jika ada salah penulisan)

Yaa Muqollibal qulub, tsabbits qolbi 'alaa diniika..

Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin..

Aku bersabar. Aku menahannya dalam diam.
Namun tahukah?
Diamku penuh tanya
Diamku penuh praduga dan prasangka

Siapa sangka?
Banyak hipotesis dan rumusan masalah yg berputar2 di kepalaku.
Sehingga mungkin tanpa mereka sadari, respon ekspresi tanpa stimulus dari luar tiba2 muncul di raut wajahku.
Pliss, itu bukannya kuranh waras..
Tapi memang stimulusnya dari dalam, ndak kelihatan, jadi yg kelihatan hanya ekspresinya aja.

Tapiiii..
Kalau dipikir2 lagi, (inilah salah satu hasil rumusan masalah dan hipotesis dalam kepalaku), gejolak dunia ini membuaat hidup nggak flat, nggak bosan gitu. Penuh ujian dalam hal menahan diri. Asik juga..
Tapi.. plis jangan keterusan..

Aku sadar banyak hal terjadi diluar sana tanpa sepengetahuanku.
Tapi hanya bisa berharap, perubahan itu benar2 Lillahita'ala, bukan karena manusia..
Dan bermanfaat bagi umat..

______closing_____

Afwan Jiddan, jika pembaca budiman tidak memahami maksud hati menulis tulisan GJ diatas. Hal ini memmang disengaja dikarenakan saat ini hal yg dialami penulis juga GJ..
Tapi dengan ke-GJ-an yg keluar, ane udah bisa legaah..

Semoga nggak bermanfaat..
#eh emang nggak bermanfaat..

Mohon maaf lahir batin ... 🙏🙏

Trrimakasih sudah dibaca...

Sunday, June 11, 2017

A piece of letter

Bapak..
Taukah kau, saat ini aku sudah tumbuh dewasa, InsyaAllah jauh lebih dewasa saat terakhir kali kau melihatku

Bapak..
Aku bingung, takut, cemas..
Dunia org2 dewasa terlihat sangat penuh tantangan. Aku merindukan nasihat2mu yg selalu mengiringi langkahku menentukan pilihan dan menyelesaikan masalah.

Bapak..
Ingatkah kau, aku sangat cerewet kepadamu. Saat pulang dari suatu tempat atau acara, aku selalu bercerita panjang lebar tentang apa yg ku alami, dan kita tertawa bersama, juga dengan ibu, mbak, dan adik..
Sekarang volume suara tawa itu berkurang. Biasanya kau yang membawa nada Bass, sekarang hanya ada alto dan sopran yang tak beraturan, karena tersisa perempuan saja dalam rumah ini.. aku merindukan tawa bass mu, Pak..

Bapak,..
Aku selalu ingat saat dimana kau mengajariku mengayuh sepeda pancal roda 2 dengan 2 tambahan roda bantu. Saat itu kau rela melukai kakimu karena terlindas sepedaku. Dan luka itu tetap membekas sampai terakhir ku melihatmu, karena Diabetes Melitus yang kau derita.
Aku juga ingat ketika kau mengajariku Sepeda motor. Kau membiarkan kakimu terluka oleh rumput2 tajam di tegalan, karena aku selalu nyasar di tegal ketika balik arah. Dan terakhir aku jadi mahir sepeda motor, kau sangat hawatir karena aq salto dari sepeda motorku saat menabrak pohon belimbing didepan rumah..
Aku sebenarnya ingin kau yg mengajariku mengendarai roda empat. Tapi tenang Bapak, tinggal beberapa tahap lagi aku sudah diperbolehkan memiliki sim A oleh guru mobilku..

Bapak..
Seiring berjalannya waktu, ketiadaan dirimu menjadi biasa untuk kami. Tapi kisah2 indah bersamamu selalu terlontar saat kami berkumpul bersama keluarga besar lainnya.

Bapak..
Aku takut..
Bagaimana jika aku menyukai seseorang nanti?
Bagaimana jika aku mencintai Laki2 lain selain dirimu nanti?
Bagaimana aku bisa yakin bahwa laki2 itu jodoh ku? Aku ingin berdiskusi denganmu Bapak..

Bapak..
Aku belum tahu bagaiimana keadaan alam kubur itu, aku belum tau bagaimana keadaan bapak disana. Aku berharap, bapak bisa tidur nyenyak dengan keadaan yg terang sehingga kau tidak kesepian, dan kau terbangun dalam keadaan bugar di Padang Mahsyar nanti, seperti cerita yg pernah kudengar, bahwa orang yg hidup didunia membawa manfaat bagi org lain, maka didalam kubur ia akan tertidur yg terasa seperti hanya semalam dan terbangun saat hari kebangkitan tiba.

Bapak..
Tahukah kau? Aku merindukanmu..
Aku berharap kau hadir dalam wisuda ku nanti, meskipun dalam hati..
Aku harap kau memegang tangan calon suamiku saat ijab qabulku nanti, meskipun tanganmu digantikan oleh waliku yg lain.
Aku berharap kau bisa menggendong cuumu yg imut2 dari kami.

I love you for everything and forever..

Wednesday, May 24, 2017

Someday someone....

Cinta..

Ketika cinta datang menyapa
Tersipu merasuk dada

Namun ku tahan, kupendam
Ku balas cinta dalam doa

Hanya diam dan membisu
Saat tak ada lagi harapannya

Hanya hening dan menyepi
Saat ia tak lagi mengetuk pintu

Namun, kupertahankan cinta hanya dalam dada
Ku nanti cinta dalam untaian ijab qabul

Someday.. insyaAllah, I find someone
And someone can found me

Monday, May 22, 2017

G A L A U

Assalamualaykum wr wb

Biasanya an sering mendengar curhatan kawan2 pas mreka lagi galau mslh hati, dn aq hnya bs mjwb "move on aja, tapi dg cara yg baik"

Move on.. move on.. daan move on.

Saat itu memang galau yg kualami bukan galau yg mreka rasakan, ttg dari hati k hati. Galau ku seputar tugas, amanah, dll.

Nah skrg aq benar2 merasakan galau itu.

Bagaimana harus ku jalani..

Datang sebuah kabar disaat ane mash kuliah tahun terakhir, kabar yg ditunggi para org tua thdp anakx yg menginjak remaja akhir. N I K A H.

Bagaimana harus ku hadapi. Sulit kuterima tawaran itu, tapi sulit juga ku tolak.

Meski belum prnh bertemu, dari kabarnya saja hatiku sudah bergetar. Kalau masalah kepribadian, an tidk ada mslah. Asal Sholeh, prioritas utama.

Tapi... an mash kuliaah. 😭😭

Ibuk Menyetujui, mbak, adek, mas mendukung selalu..

Apa yg harus kulakukan..

Sholat istikhorohpun mash blum dpt jawaban.

Galau galau galau..

Bismillah wes .. semangat terus..

Ya Allah, bimbing hamba Mu yg lemah tak berdaya ini...

Sunday, May 14, 2017

Curhat nih yee

Assalamualaikum...

Fajrian Dwi Anggraeni
Sebuah nama yg tak bisa berhenti ku sebut saat bertemu dg org baru

Curhat, berbagi susah dn senang pada org lain. Mnurutq mungkin itu haal yg tidak mudah. Karena hati ini ragu untuk bercerita ttg aku. Yg q ceritakan ttg aku, aku, dn aku. Tiap kalimat yg ada pada ceritaku mencrritakan ttg aku. Dn aku takut saat aku terlalu asik menceritakan aku, aku menjadi egois, dan semuanya harus tentang aku. Aku tak ingin org lainn tahu aku yg terlalu dalam, karena aku bukanlah manusia sempurna.

Alasan aq curhat ttg aku, ceritaku sellalu disela dgn cerita mereka. Karena aq tak pandai menyela krn tak enk hati, jadiah aq pendengar mereka. Dn sayangnya merekapun tak ingin tau kelanjutan ceritaku. Padahal niatnya ingin berbagi, eh akhirnya malah dibagiin..

Anehnya llagi, saat aq sudh lelah dg tanggapan mereka saat aq curhat (tanggapan yg jawabannya, "kalau aku ginii, jadi aku itu ginii........" daaaaan seterusnya. Okey, dg tanggapan yg seperti itu aku menganggap mereka g mau dengar curhatanku), dan aq memiih menjadi pendengar dan diam, mereka berata "kenapa kamu pendiam sekali, kita temen kamu, masak kamu gak mau cerita masalahmu ke kita?", Zoooonk
Padahal siapa yg nggak mau dengerin cerita ku?
Kalo aq udah mulai cerita, eeehhh.. malah lanjut mereka yg cerita,.. teerus muter2 kayak gitu..

Ini bukan salah mereka, tapi ini salahku yg tidk bisa menjellaskan scr jeas shg mereka tidak mau mndengarkku.

Sama dengan masalah curhat, ketika aku disaahkan karena sesuatu (padahal itu bukan salahku, karena g aada bukti), aq tidk bisa mengkllarifikasi bahwa aq tidak salah , karena (masaah yg sama), mereka tidak mau meendengarkanku. Pada akhirnya, aku tetap saaah karena aq ga bisa ngomong. Sebal.
Astaghfirullah

Tapi mereka bukanlah penentu aku benar atau tidak. Aq tak masalah kalau aq disalahkan (hanya sebal saja), karena penentu utama adalah Allah SWT. Jadiii, g ush kumasukn hati terlalu lama, dan biarlah cepat berlalu..

Maka dari itu aku lebih baik curhat disini, di blog ku. Meskipun aq tak tau apakah tulisan ini ada yg membaca atau tidak, yg penting hatiku lega.
Tapi guys, ada satu zat yg kalau kita curhat sma Dia, solusinya itu muncul tak terduga dan sangaaaat membantu. Yaitu curhat sama Allah. Curhat denganNya seusai sholat fardhu maupun Sunnah, curhat dimana saja, InsyaAllah Ia akan mendengarkan dg penuh perhatian. Kagak bakalan rugi.. coba deh.

Allah adalah tempat yg super duper baik buat kita mencurahkan isi hati kita..

Udah ya guys, segitu dulu dari aku..

Wassalamualaikum...