Bapak..
Taukah kau, saat ini aku sudah tumbuh dewasa, InsyaAllah jauh lebih dewasa saat terakhir kali kau melihatku
Bapak..
Aku bingung, takut, cemas..
Dunia org2 dewasa terlihat sangat penuh tantangan. Aku merindukan nasihat2mu yg selalu mengiringi langkahku menentukan pilihan dan menyelesaikan masalah.
Bapak..
Ingatkah kau, aku sangat cerewet kepadamu. Saat pulang dari suatu tempat atau acara, aku selalu bercerita panjang lebar tentang apa yg ku alami, dan kita tertawa bersama, juga dengan ibu, mbak, dan adik..
Sekarang volume suara tawa itu berkurang. Biasanya kau yang membawa nada Bass, sekarang hanya ada alto dan sopran yang tak beraturan, karena tersisa perempuan saja dalam rumah ini.. aku merindukan tawa bass mu, Pak..
Bapak,..
Aku selalu ingat saat dimana kau mengajariku mengayuh sepeda pancal roda 2 dengan 2 tambahan roda bantu. Saat itu kau rela melukai kakimu karena terlindas sepedaku. Dan luka itu tetap membekas sampai terakhir ku melihatmu, karena Diabetes Melitus yang kau derita.
Aku juga ingat ketika kau mengajariku Sepeda motor. Kau membiarkan kakimu terluka oleh rumput2 tajam di tegalan, karena aku selalu nyasar di tegal ketika balik arah. Dan terakhir aku jadi mahir sepeda motor, kau sangat hawatir karena aq salto dari sepeda motorku saat menabrak pohon belimbing didepan rumah..
Aku sebenarnya ingin kau yg mengajariku mengendarai roda empat. Tapi tenang Bapak, tinggal beberapa tahap lagi aku sudah diperbolehkan memiliki sim A oleh guru mobilku..
Bapak..
Seiring berjalannya waktu, ketiadaan dirimu menjadi biasa untuk kami. Tapi kisah2 indah bersamamu selalu terlontar saat kami berkumpul bersama keluarga besar lainnya.
Bapak..
Aku takut..
Bagaimana jika aku menyukai seseorang nanti?
Bagaimana jika aku mencintai Laki2 lain selain dirimu nanti?
Bagaimana aku bisa yakin bahwa laki2 itu jodoh ku? Aku ingin berdiskusi denganmu Bapak..
Bapak..
Aku belum tahu bagaiimana keadaan alam kubur itu, aku belum tau bagaimana keadaan bapak disana. Aku berharap, bapak bisa tidur nyenyak dengan keadaan yg terang sehingga kau tidak kesepian, dan kau terbangun dalam keadaan bugar di Padang Mahsyar nanti, seperti cerita yg pernah kudengar, bahwa orang yg hidup didunia membawa manfaat bagi org lain, maka didalam kubur ia akan tertidur yg terasa seperti hanya semalam dan terbangun saat hari kebangkitan tiba.
Bapak..
Tahukah kau? Aku merindukanmu..
Aku berharap kau hadir dalam wisuda ku nanti, meskipun dalam hati..
Aku harap kau memegang tangan calon suamiku saat ijab qabulku nanti, meskipun tanganmu digantikan oleh waliku yg lain.
Aku berharap kau bisa menggendong cuumu yg imut2 dari kami.
I love you for everything and forever..
No comments:
Post a Comment