Thursday, April 9, 2020

Dear..

Wah wah.. udah 2020 aja.
Udah bulan april aja.
Bentar lagi.. udah romadhin aja..

Tapi.. awal bulan, yg hampir masuk pertengahan ini, dunia disambut meriah oleh wabah virus corona. Dimana penyebaran virus itu berkembang sangat cepat, dan jika org yg terkena virus itu "terlambat" di tangani.. maka, it's be the last breath for someone's life.
Ya Allah.. ngeri banget liatnya. 
1 bukan terakhir, indonesia jadi "makanan" sehari2 virus tersebut. Terutama ibukota Jakarta dan sekitarnya. Tiap hari bertambah ratusan kasus baru. Sedih ya Allah.. 😭
Dan beberapa hari kemudian, terdengar kabar bahwa kota2 besar di tiap provinsi bermunculan kasus Covid baru. Di Malang pun, tempat aku tinggal dan kerja sekarang, sudh ada beberapa kasus positif Korona.

Sedangkan aku, dan rekan2 sejawatku, sebagai tenaga medis, memiliki resiko tertinggi untuk menjadi inang virus itu. sedih sekali melihatnya.. sedih sekali merasakannya.. 
Tiap hari selalu muncul beratus2 kasus baru, dan beberapa kabar sodara2 kita di tanah air gugur satu persatu.. 😭
Ya Allah.. semoga beliau2 yang meninggal dalam kasus ini, baik sbg pasien atau tenaga medis, meninggal dlm keadaan Khusnul Khotimah,. Mereka yg meninggal dalam keadaan berjuang menyelamatkn sodara2 lainnya, mati dlm keadaan Sahid di Jalan-Mu. 🥺

Sedangkan, kami rakyat kecil.. mengharap kebijakan dari pemerintah. Kebijakan yang TEGAS, untuk menyelamatkan nyawa kami semua.. ahh.. sudahlah.. terlalu sakit hati ini, hati rakyat2 kecil, hati seluruh rakyat Indonesia merasakan pergerakan pemerintah yang lebih memilih UANG, dari pada NYAWA rakyatnya. Yaa benar.. mungkin kami rakyat kecil nggak ada apa2nya buat pemerintah. Nggak menghasilkan uang, atau nggak ada membawa untung sama sekali. Hei.. tapi ingat para pejabat!! Nyawa kami, rakyat Indonesia ini menjadi tanggung jawabmu di Akhirat nanti. SEMUA nyawa yang sudh pergi dan yg tetap tinggal akan menjadi TANGGUNG JAWAB MU. ah.. sudahlah.. apa mungkin PEMERINTAH sampai memikirkan gal itu lebih jauh, memikirkan akhirat ?? Apa iya?? sebenarnya apa yang mereka kejar dalam memangku Jabatan itu?? Ah... lagi lagi dan lagi.. kubilang "ah.. sudahlah", karena kami lelah menggantungkan harapan kepada mereka yang berkuasa, mereka yang telah dipilih oleh "sebagian orang" yang menurut kami tak bertanggung jawab, dan akhirnya kami semua se-Indonesia, kena getahnya.. Astaghfirullah..

 Mungkin tiap hari di sepertiga malam, banyak tangis dan rintihan doa yang terpanjat dalam sujud, "Ya Allah... Sembuhkan Indonesia dari wabah ini. Sembuhkan dunia dari wabah ini. 😭", Dan ku sisipkan pula sedikit kalimat, "bukakan hati pemerintah Indonesia untuk semua hal yang menyangkut kesejahteraan indonesia"
Sedih bukan? 

Kami berharap, terutama Umat Muslim, bisa melaksanakan Ibadah Romadhon dan Idulfitri dengan keadaan seperrti tahun2 sebelumnya (semoga bisa lebih baik). Bisa Tarawih bersama, tadarus bersama, murojaah bersama, ta'lim bersama, berlomba2 dalam mencari kebaikan bersama, Bagi2 takjil juga.. jika membayangkan semua itu, hati ini menangis haru dengan keadaan seperti ini.

Hm..bingung mau mengungkapkan kesedihan ini dengan kalimat apa lagii..
Paling tidak semua kalimat diatas bisa sedikit mewakili kesedihan ini...

Thanks 4 reading this ungreatable letter..
Good bye and see u later.. 

No comments:

Post a Comment