Tp aq kudu gak boleh egois, Harus bisa memahami. Sbenarnya otakku bisa memahami, tp entah hati ini gk bisa terhindar dari rasa kecewa.
Swedih bgt khan.
Sedih bgt jadi diriku, yg memiliki otak super pemikir. Tp susah diungkapkn dg kata2, krn hati mengarah ke "rasa" yg berbeda dg yg dilakukan otak.
Ingin bilang, tp takut dia begini begituu, alhasil ya aku pendam sendiri lagii... Dan lagii..
Syudahlah.. sudah berlalu..
Aq hanya perlu melupakan hal mengecewakan ini dengan memikirkan hal2 indah lainnya..
Mungkin krn aq terlalu berharap.. jadi.. kecewaku juga sebesar harapanku 🥲.
Sulit juga untuk tidak berharap, ketika sudah terucap kata "insyaaAllah". Yaah.. sudahlah..
Sudah sudaaah..
It's time to having fun my brain and my heart.
Semangat..
No comments:
Post a Comment